Public Speaking untuk Mempengaruhi Orang Lain

Public Speaking untuk Mempengaruhi Orang Lain

Bagaimana cara public speaking bekerja dan mempengaruhi pemikiran orang lain? Ini yang bisa Anda lakukan.

 

Public speaking bukan sekadar menyampaikan informasi atau pengetahuan yang Anda kuasai. Lebih dari itu, apa yang Anda sampaikan harus bisa mempengaruhi orang lain, entah pemikiran, pendapat, atau pemahaman atas suatu hal. Jika ini tercapai, barulah Anda bisa disebut sebagai pembicara yang sukses.

Dalam situasi apa pun Anda berbicara, mulai dari berpendapat saat meeting, promosi penjualan, hingga pembicaraan yang inspiratif, perlu usaha ekstra guna meyakinkan audiens. Katakan saja, membangun kontak mata dengan audiens, menguasai diri Anda dan materi secara penuh, atau cukup jadi diri sendiri.

Namun, ada satu komponen penting yang perlu Anda perhatikan, yaitu transisi efektif antara elemen pembicaraan. Mengapa demikian? Berikut alasannya.

1.     Audiens kadang belum menangkap pesan dari materi

Anda perlu menyadari bahwa audiens kadang belum menangkap pesan dari materi yang telah disampaikan. Tidak semua orang dapat menyerap informasi dengan cepat hanya dengan satu kali menyimak.

Maka, guna memastikan audiens menyimak dan menerima pesan tersebut, perlu ada koneksi logis antara elemen-elemen pembicaraan Anda. Tanpa logika, materi Anda hanya setumpuk informasi yang tidak berarah dan membuat bingung audiens.

2.     Logika itu penting

Alur pembicaraan yang logis dan mengalir akan membantu audiens mengikuti dan menangkap pesan Anda. Saat menyampaikan isi dan pesan presentasi, tugas Anda adalah membuat mereka paham dan dapat menerima setumpuk informasi dengan keterkaitan yang jelas.

Di sinilah logika berperan. Anda dapat membuat review dalam kalimat pendek untuk merujuk kembali pada poin sebelumnya. Ini membantu audiens memahami hubungan sebab akibat antara elemen-elemen pembicaraan, sekaligus menangkap pesan yang Anda sampaikan.

3.     Selipkan ringkasan dan pratinjau

Kadang orang cenderung menyebutkan secara gamblang apa yang hendak dilakukan saat berpindah materi pembicaraan. Misalnya, “Lanjut, slide berikut tentang ini.” Namun, kalimat ini tidak akan membuat audiens Anda tertarik menyimak lebih lanjut.

Menyelipkan ringkasan dan pratinjau dari elemen pembicaraan akan membuat penyampaian materi lebih menarik. Anda dapat meringkas poin sebelumnya dalam satu atau dua kalimat. Lalu, berikan audiens pratinjau dari poin berikut sambil menunjukkan hubungan logis antara dua poin tersebut.

 

Penjelasan tadi menunjukkan bagaimana transisi antara elemen pembicaraan penting dalam membangun public speaking untuk mempengaruhi orang lain. Pembicara hebat bukan hanya mempunyai konten berisi, tetapi juga bagaimana ia mampu menjaga audiens untuk mengikuti dan menangkap isi pembicaraan secara runtut.

Ingin melatih lagi keterampilan berbicara di depan umum? Langsung saja ikuti program pengembangan sumber daya manusia Energi Persona. Anda dapat mengasah soft skill yang dibutuhkan profesional muda dalam bentuk coaching, training, maupun workshop.

Leave a Reply